Dua Dimensi Kepemimimpinan Nelson di Kabgor Mengatasi Kondisi Ekstrem, Menata Masa Depan

Dua Dimensi Kepemimimpinan Nelson di Kabgor Mengatasi Kondisi Ekstrem, Menata Masa Depan | 24 Agu 2020 By Admin

Card image cap

Sisi lain yang menarik dari kepemimpinan Bupati Nelson di Kab. Gorontalo adalah, kepemimpinannya yang mampu menghadirkan 2 dimensi kebijakan yang berjalan seiring dan selaras. Yakni di satu sisi Mengatasi Kondisi Ekstrem dan di sisi yang lain Menata Masa Depan. 

Kondisi ekstrem di masyarakat dapat dipetakan berupa  persoalan-persoalan yang membutuhkan penanganan  khusus dan secepatnya, seperti bantuan bagi petani penggarap, para fakir miskin, anak terlantar,  yatim Piatu, para pedagang kaki lima, bantuan benih, pupuk dan alsintan bagi para petani miskin, nelayan miskin, para penyandang cacat (disabilitas) dan kebijakan lainnya yang berbasis pada kemanusiaan (humanity). Yang menarik, dari sekian banyak kebijakan Bupati Nelson Pomalingo, satu hal yang baru dan belum sepenuhnya menggejala di pemerintahan di daerah lain, adalah kebijakan yang memberikan kuota  pada penyandang cacat (disabilias) menjadi tenaga honorer. 

Di sisi yang lain, Pemerintah Kab. Gorontalo juga mengagendakan pembangunan jangka panjang yang berbais masa depan. Baik berupa pembangunan infrastruktur dasar, seperti rumah sakit, Puskesmas, pasar tradisional, program penataan wilayah, pemberian beasiswa bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, program pemberdayaan masyarakat, seperti penyaluran bantuan sapi dan kambing, fasilitas bagi pengembangan ekonomi kreatif,  pencanangan pertanian yang terintegrasi atau Integrated Farming System (IFS), pelatihan tenaga kerja trampil, pengembangan sektor pariwisata, program pelestarian adat/istiadat dan budaya serta kearifan lokal lainnya. 

Mengingat kebutuhan yang sifatnya tidak terbatas, sementara anggaran yang terbatas, maka kedua dimensi pembangunan itu, sebagaimana yang juga berlaku di daerah lainnya, implementasinya  tetap mengacu pada Skala Prioritas, yakni membutuhkan penanganan secara berjenjang dan bertahap. Yang penting menurut Prof. Nelson, program yang dilaksanakan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).  (Ali Mobiliu)


Bagikan