Meski Dihajar Pandemi, Ekonomi Tetap Stabil

Meski Dihajar Pandemi, Ekonomi Tetap Stabil | 24 Agu 2020 By Admin

Card image cap

Limboto - Di era pemerintahan Nelson, persoalan stunting juga menjadi target pekerjaan yang harus diselesaikan. Pada saat itu sampai 34 persen, sekarang sisa 10 persen sehingga Gorontalo menjadi percontohan stunting kedua dari Bali. "Atas hal itu, saya beberapa kali menjadi pembicara nasional di DPR RI," jelasnya.

Untuk sektor kesehatan, Kabupaten Gorontalo saat ini memang dinilai cukup sukses. Untuk birokrasi pemerintahan juga berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan meraihnya WTP selama empat tahun berturut-turut.

"Kemudian untuk pelaporan di Kemendagri kami berada di posisi 15 besar. Itu sangat tinggi walaupun belum masuk 10 besar. Dan rata-rata kepuasan masyarakat mencapai 80 persen," imbuhnya.

Nelson juga menerangkan bahwa dari sisi ekonomi, apalagi di masa Pandemi saat ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo hanya turun 1 persen terkait dampak tersebut. Hal itu dikarenakan masyarakat Gorontalo mayoritas petani.

"Jadi pada masa Pandemi ini kita diwajibkan di dalam rumah. Namun, saya sampaikan bahwa petani tidak usah tinggal dalam rumah, yang tinggal dalam rumah itu orang kota. Sehingga produksi kita berjalan dengan baik, ekspor tetap stabil," katanya.

Selain itu, Nelson Pomalingo juga mampu menggenjot PAD termasuk APBD yang sebelumnya hanya Rp1 triliun pada lima tahun lalu, terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Nelson juga membuka ruang investasi, tadinya hanya Rp150 miliar investasi nilai investasi yang masuk, tahun berikutnya saat Nelson jadi Bupati, naik Rp1,6 triliun. Setelah itu menjadi Rp1,8.

"Tiap tahun meningkat dan tahun ini mencapai Rp3,2 triliun di masa Pandemi ini. Itu sektor industri," rincinya. Untuk PAD, pada awal pemerintahannya hanya Rp80 miliar sekarang Rp250 miliar.  Tadinya hanya 7 persen dari APBD sekarang 15 persen. Jadi kedepan kita usahakan kemandirian daerah, jadi tidak mesti lagi minta uang dari pusat," sambungnya.


Bagikan