Pekerjaan Kita Masih Panjang Untuk Membangun Kabupaten Gorontalo

Cita-cita Pemekaran, Agar Daerah Ini Terus Maju dan Lebih Dikenal | 24 Agu 2020 By Admin

Card image cap

Limboto,- Dikala Nelson menjabat Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo kala itu,  bahwa Gorontalo merupakan daerah Pendidikan.

"Karena secara historis kota tua di Sulawesi itu ada dua yakni Gorontalo dan Parepare. Jadi tadinya perguruan tinggi di Gorongtalo hanya 6 sekarang sudah 17 perguruan tinggi. Jika dibandingkan pertumbuhan perguruan tinggi dengan provinsi baru kita termasuk perguruan tinggi terbanyak perkembangannya. Saya canangkan Gorontalo sebagai kota Ilmu," jelasnya.


Nelson juga menyampaikan bahwa awalnya dia menargetkan pembangunan 2500 perumahan untuk masyarakat miskin.

"Tetapi hingga saat ini kami sudah membangun sekitar 10 ribu perumahan. Anggarannya itu ada dari APBD, APBN, CSR, Baznas dll," katanya lagi.

Dari segi infrastruktur, selama menjabat Bupati dirinya lebih fokus pada pembangunan jalan di pedesaan atau daerah terluar.  Karena untuk infrastruktur di perkotaan itu ada jalan yang sudah beberapa kali diaspal. Tetapi di desa ada jalan yang sejak Indonesia merdeka belum tersentuh oleh aspal. Nah itu yang saya prioritaskan dulu," imbuhnya.

Biasanya kan orang membangun berdasarkan konstituen, melihat dimana banyak masyarakatnya milih, disitu dibangun infrastruktur yang bagus. Nah saya tidak, karena kalau kita berpikir begitu, kasihan mereka yang pemilihnya kurang seperti di desa-desa. Makanya bangun jalan," jelasnya.

Jika berbicara politik, lanjut Nelson, kebanyakan kepala daerah membangun infrastruktur di wilayah yang banyak pemilihnya.

"Tetapi saya tidak, kalau kita berpikir seperti ini terus sampai kapan akan ada pemerataan. Saya membangun infrastruktur ke daerah pedalaman yang jika dilihat pemilihnya hanya 1000-an, tetapi saya menggelontorkan anggaran sebesar 27 miliar rupiah. Paling jauh dari ibukota kita buat. Rata-rata penyerapan anggaran 95 persen di setiap Dinas," rincinya lagi.


Selain itu, untuk sektor pertanian, sebelum dirinya menjabat untuk produksi jagung hanya 400 ribu ton pertahun. Setelah ia memimpin, hingga tahun 2019 lalu produksi jagung meningkat mencapai 1,5 juta ton. Bahkan tahun ini Nelson menargetkan 2 juta ton untuk seluruh Gorontalo.

Selain mengembangkan jagung, Nelson juga mendorong masyarakat mengembangkan ternak sapi dengan membagikan bibit sapi kepada masyarakat.

"Populasi sapi kita di seluruh Provinsi Gorontalo itu kurang lebih 12 ribu. Khusus di Kabupaten Gorongtalo 115 ribu, itu kita kirim ke Kalimantan tiap bulannya 1000 ekor," pungkasnya. 

Dengan semua hasil itu, tak lantas membuat Nelson berpuas diri, masih banyak target-target pembangunna yang harus dituntaskan. Sebab dari sanalah cita cita luhur pemekaran Provinsi Gorontalo ini saya perjuangkan. Membangun daerah ini agar lebih maju, lebih berkembang, lebih dikenal orang, bahwa Hulonthalo Lipuu juga tidak kalah dengan daerah lain. Dan itu pasti bisa kita wujudkan bersama." Pekerjaan kita masih panjang,"


Bagikan